Apa Itu International Childfree Day?
teknologiotak.com – Banyak orang bertanya-tanya, “1 Agustus memperingati hari apa?” Jawabannya, salah satu peringatan yang menarik adalah International Childfree Day. Meski tidak sepopuler Hari Kemerdekaan atau Hari Ibu, peringatan ini membawa makna penting dalam konteks sosial dan gaya hidup modern, terutama bagi individu yang memilih untuk tidak memiliki anak.
Peringatan ini diciptakan sebagai bentuk apresiasi dan pengakuan terhadap mereka yang memilih jalan hidup childfree—yakni tidak memiliki keturunan, baik karena alasan pribadi, medis, ekonomi, hingga lingkungan.
Childfree sendiri berbeda dengan childless. Jika childless merujuk pada kondisi tidak punya anak karena tidak bisa atau belum bisa, maka childfree adalah keputusan sadar dan sukarela untuk tidak memiliki anak sama sekali.
Latar Belakang Sejarah International Childfree Day
International Childfree Day pertama kali diperingati pada 1 Agustus 2013, sebagai penghormatan terhadap pasangan yang telah lama memperjuangkan hak untuk tidak memiliki anak tanpa stigma sosial. Gagasan ini awalnya dipromosikan oleh The Childfree Choice, komunitas yang menekankan pentingnya menghargai kebebasan individu dalam menentukan hidup mereka.
Peringatan ini bukan sekadar simbol, tetapi juga alat edukasi publik bahwa memiliki atau tidak memiliki anak adalah hak pribadi, bukan kewajiban sosial. Selama ini, tekanan untuk menikah dan memiliki keturunan sering kali membebani individu, terutama perempuan.
Dengan adanya International Childfree Day, dunia diajak untuk membuka pikiran dan lebih inklusif terhadap berbagai gaya hidup yang berbeda dari arus utama.
Kenapa International Childfree Day Penting?
Bagi banyak orang, memilih untuk tidak memiliki anak bukan keputusan yang mudah. Mereka kerap mendapat komentar negatif, tekanan dari keluarga, bahkan perlakuan diskriminatif di lingkungan kerja atau sosial.
International Childfree Day hadir untuk memberi ruang aman bagi individu ini. Peringatan ini penting karena:
-
Menghormati Kebebasan Pilihan
Semua orang berhak menentukan arah hidupnya. Termasuk keputusan untuk tidak menjadi orang tua. Dalam masyarakat yang sangat menjunjung norma keluarga konvensional, International Childfree Day mengajak publik untuk menghormati hak individu. -
Membuka Ruang Diskusi
Isu childfree masih tabu di banyak negara, termasuk Indonesia. Hari ini membuka kesempatan untuk berdiskusi tanpa stigma. Kenapa seseorang memilih hidup tanpa anak? Bagaimana dampaknya terhadap hubungan sosial dan mental? -
Mengurangi Stigma Sosial
Dengan peringatan ini, harapannya masyarakat dapat lebih toleran terhadap pilihan hidup yang berbeda. Tidak semua orang punya tujuan hidup yang sama. Dan itu tidak apa-apa.
Perbedaan Childfree dan Tidak Ingin Punya Anak Sementara
Sering disamakan, padahal keduanya berbeda. Banyak pasangan muda yang mengatakan belum siap punya anak. Namun, belum tentu mereka childfree.
Childfree adalah identitas dan keputusan jangka panjang. Mereka sudah mempertimbangkan segala faktor, dari karier, gaya hidup, lingkungan, hingga kondisi finansial.
Sementara itu, mereka yang belum ingin punya anak biasanya hanya menunda. Bisa jadi karena karier belum stabil, belum siap mental, atau faktor usia.
Fenomena Childfree di Indonesia dan Dunia
Meski masih dianggap kontroversial di Indonesia, tren childfree makin meningkat. Influencer seperti Gita Savitri sempat menjadi sorotan setelah menyatakan pilihannya untuk tidak memiliki anak.
Sementara di dunia barat, childfree telah menjadi gaya hidup populer. Banyak pasangan muda di Eropa dan Amerika memilih childfree karena:
-
Kekhawatiran terhadap overpopulasi dunia
-
Fokus pada kebahagiaan pribadi
-
Biaya membesarkan anak yang tinggi
-
Komitmen terhadap karier dan kebebasan
Fenomena ini bahkan memunculkan istilah baru seperti DINK (Dual Income, No Kids) yang merujuk pada pasangan yang hidup nyaman secara finansial tanpa anak.
Perspektif Budaya dan Agama Soal Childfree
Di Indonesia, keputusan untuk childfree masih sangat sensitif. Banyak yang menganggapnya bertentangan dengan nilai budaya dan ajaran agama.
Padahal, tidak sedikit tokoh atau pasangan yang hidup bahagia tanpa memiliki anak. Yang penting, keputusan ini diambil secara sadar, dengan komunikasi yang sehat antara pasangan.
Agama dan budaya tentu punya pandangan masing-masing, tapi dalam konteks kehidupan modern, toleransi dan empati perlu terus ditumbuhkan.
Apakah Childfree Berarti Anti Keluarga?
Tidak sama sekali. Banyak individu childfree yang justru sangat dekat dengan keluarga mereka—orang tua, saudara, keponakan, bahkan hewan peliharaan.
Pilihan untuk tidak punya anak bukan berarti menolak konsep keluarga. Mereka hanya membentuknya dalam versi yang berbeda.